Anda pasti pernah lihat film Night At The Museum kan?
Menelusuri jejak peninggalan purba yang terletak di situs kepurbakalaan sangiran, Sragen.
Berwisata sekaligus belajar, inilah hal yang
kami dapati ketika berkunjung di situs purbakala Sangiran. Tempat ini merupakan
lokasi penemuan beberapa fosil manusia purba, sehingga sangat penting bagi
sejarah perkembangan manusia di dunia. Situs ini memiliki luas kurang lebih 59, 2 km² dan sebagian besar berada dalam
wilayah administrasi Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Di
resmikan sebagai cagar budaya pada tahun 1977 oleh menteri pendidikan dan
kebudayaan indonesia dan terdaftar dalam situs warisan dunia UNESCO pada tahun
1996, situs ini merupakan situs manusia purba
berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Situs ini kurang lebih memiliki 13.086 koleksi fosil manusia purba. Tidak hanya
itu, banyak juga terdapat fosil-fosil peralatan manusia purba, tulang-tulang
hewan vertebrata, fosil-fosil hewan laut.
Keistimewaan situs purbakala Sangiran ini
pada sejarahnya. Zaman dahulu situs ini merupakan lautan yang amat luas.
Dikarenakan proses geologi dan akibat bencana alam letusan Gunung Lawu, Gunung
Merapi, dan Gunung Merbabu, Sangiran menjadi Daratan. Hal tersebut dibuktikan
dengan lapisan-lapisan tanah pembentuk wilayah Sangiran yang sangat berbeda
dengan lapisan tanah di tempat lain. Tiap-tiap lapisan tanah tersebut ditemukan
fosil-fosil menurut jenis dan jamannya. Misalnya, Fosil Binatang Laut banyak
diketemukan di Lapisan tanah paling bawah, yang dulu merupakan lautan. Tidak hanya itu sampai saat ini pun masih banyak fosil yang ditemukan di museum ini.
Mungkin
hanya dengan membaca buku-buku sejarah kita sudah cukup mengerti akan sejarah
dan peninggalan manusia purba, akan tetapi tidak ada salahnya dan jika kita berkunjung ke situs purbakala
sangiran, melepas penat sembari belajar.
Berikut Gallery dari perjalanan kami :









